Senggugu.Web.Id - Informasi Pendakian Dan Perkemahan Di Gunung Everest Yang Merupakan Puncak Gunung Tertinggi Di Dunia

Senggugu.Web.Id - Informasi Pendakian Dan Perkemahan Di Gunung Everest Yang Merupakan Puncak Gunung Tertinggi Di Dunia. Orang pertama yang menyatakan Puncak Everest sebagai puncak tertinggi melalui perhitungan trigonometrik pada 1852 merupakan Juru ukur dan pakar matematika dari Bengal. Perhitungan ini dilakukan menggunakan teodolit dari jarak 150 mil jauhnya di India. Sebagian rakyat India percaya bahwa puncak tersebut semestinya dinamakan menurut Sikdar, bukan Everest. Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 8.850 m, walaupun terdapat variasi dari segi ukuran "baik pemerintah Nepal maupun Tiongkok belum mengesahkan ukuran ini secara resmi, ketinggian Puncak Everest masih dianggap 8.848 m oleh mereka". Gunung Everest pertama kali diukur pada tahun 1856 mempunyai ketinggian 8.839 m, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 m atau 29.002 kaki. Tambahan 0,6 m atau sama dengan 2 kaki yang menunjukkan bahwa pada masa itu ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan dianggap sebagai perkiraan yang dibulatkan. Perkiraan umum yang digunakan pada saat ini adalah 8.850 m yang diperoleh melalui bacaan Sistem Posisi Global (GPS). 

Gunung Everest adalah gunung yang puncaknya mencapai jarak paling jauh dari paras laut. Dua gunung lain yang kadangkala juga disebut sebagai "gunung tertinggi di dunia" adalah Mauna Loa di Hawaii, yang tertinggi jika diukur dari dasarnya pada dasar tengah laut, tetapi hanya mencapai ketinggian 4.170 m atas paras laut dan Gunung Chimborazo di Ekuador, yang puncaknya 2.150 m lebih tinggi dari pusat bumi dibandingkan Gunung Everest, karena Bumi mengembung di kawasan khatulistiwa. Tetapi gunung Chimborazo hanya mencapai ketinggian 6.272 m di atas paras laut, sehingga bukan merupakan puncak tertinggi di Andes.

Gunung Everest yang merupakan puncak gunung tertinggi di dunia yaitu menjulang 8.848 m adalah menjadi salah satu impian para traveler yang hobi mendaki atau yang tergolong olahraga ekstrim. Seperti apa rasanya berkemah di tempat seperti ini dan tentunya tidak semua orang dapat terpilih untuk sampai ke tempat ini.

Senggugu.Web.Id - Informasi Pendakian Dan Perkemahan Di Gunung Everest Yang Merupakan Puncak Gunung Tertinggi Di Dunia

Traditional.Web.Id - Informasi Pendakian Dan Berkemah Di Gunung Everest Yang Merupakan Puncak Gunung Tertinggi Di Dunia, Adalah Sebagai Berikut.

Para pecinta olahraga ekstrim ini yang akan naik ke puncak Gunung Everest, akan melewati empat camp dari sisi selatan gunung yang ada di wilayah Nepal. Dengan ketinggian yang berbeda-beda, dan tentunya dengan rintangan untuk mendaki hingga sampai ke puncak gunung. Para pendaki harus melewati base camp terlebih dahulu di ketinggian 5.350 m. "Dilansir dari Everest News"

Saat para pendaki berkemah di base camp, maka akan diberikan pelatihan untuk menyesuaikan diri dengan penurunan oksigen yang ada, dan juga melatih diri untuk menghindari dari runtuhan es. Lokasi reruntuhan es di ketinggian 5.334 m sampai 5.943,6 m. Setelah melewati reruntuhan es, pendaki tiba di Camp I yang berada di ketinggian 5.943,6 m. Perjalanan pun dilanjutkan ke Camp II dengan ketinggian 6.500 m. Pada Camp II ini tidak terdapat sinyal dan tentunya kita tidak dapat berkomunikasi dengan orang yang berada di Base Camp. Namun dalam keadaan ini masih banyak cara untuk memberikan tanda kepada tim penyelamat yang ada di basecamp apabila keadaan yang darurat sesuai dengan arahan yang diberikan saat melakukan pendakian. 

Saat meninggalkan Camp II, pendaki akan melihat Lohtse yang merupakan gunung yang bersebelahan dengan Gunung Everest dengan ketinggian 8.510 m. Apabila kita berjalan di sini, harus lebih berhati-hati, karena lokasinya yang curam dan tentunya sangat membahayakan apabila kita kehilangan konsentrasi yang diakibatkan kelelahan dan juga cuaca nya yang ekstrim. Di tempat ini juga banyak pendaki yang sering kehilangan nyawa akibat kelalaian dan kurangnya persiapan sebelum melakukan pendakian. 

Setelah beranjak dari Camp II, maka perjalanan dilanjutkan menuju Camp III dimana pendaki harus melewati Lohtse dengan memanjat dinding es. Pada kondisi ini para pendaki diwajibkan memiliki keterampilan khusus dalam melakukan panjat dinding es, tentunya dibutuhkan kekuatan,  ketelitian, survival jalur yang tepat dan juga peralatan keamanan panjat dinding es yang lebih diutamakan, Saat kita berkemah di Camp III, kita dapat berjumpa Sherpa, yaitu warga asli yang bermukim di Pegunungan Everest.

Camp IV berada di ketinggian 8.000 m. Ketika sudah sampai di Camp IV para pendaki sudah mendekati ke puncak. Camp IV berada di bawah Lohtse, di situ pendaki dapat mencoba kemping di Zona Kematian yang berada di ketinggian 7924.8 m. Dinamakan Zona Kematian, karena pada ketinggian ini tekanan oksigen menipis dan tubuh manusia bisa saja tidak dapat beradaptasi dengan baik akibat ketinggian dan cuaca ekstrim tersebut. Camp IV merupakan tempat berkemah terakhir di Gunung Everest.

Setelah melewati Camp IV maka kita sampai di puncak Gunung Everest dengan ketinggian 8.848 m. Di puncak Gunung Everest, pendaki dapat sedikit melepaskan lelah dengan dimanjakan pemandangan yang indah, merasakan ketenangan dan menikmati indahnya istilah "Negeri Diatas Awan". Tetapi kita tidak boleh lama dan harus cepat untuk turun kembali ke Camp IV, hal ini karena tekanan udara dan oksigen yang sangat tipis dapat membahayakan nyawa bagi para pendaki.

Senggugu.Web.Id - Informasi Pendakian Dan Perkemahan Di Gunung Everest Yang Merupakan Puncak Gunung Tertinggi Di Dunia

Demikian informasi mengenai sedikit gambaran pendakian Gunung Everest, tentunya kita dapat menilai sendiri bagaimana rasanya apabila kita melakukan pendakian dan berkemah di Gunung Tertinggi di dunia tersebut, sebelum melakukan pendakian dan berkemah di Gunung Everest ini, tentu kita harus benar-benar mempersiapkan baik fisik, mental, teori, dan juga materi yang sudah tentu akan membutuhkan biaya yang tinggi dalam melakukan perjalanannya.

Sebelum melakukan kegiatan alam bebas kita sebaiknya mengenal adanya 3 Etika Lingkungan yang mungkin sudah sering kita dengar, kode etik ini dinamakan Etika Lingkungan Hidup Universal, yang isinya sebagai berikut:
  • Dilarang mengambil apapun kecuali foto
  • Dilarang meninggalkan apapun kecuali jejak
  • Dilarang membunuh apapun kecuali waktu

Terima Kasih Atas Kunjungannya, Sampai Bertemu Lagi ... !!!